sebelumnya aku minta maaf
bahkan untuk menulis hal ini pun tidaklah pantas bagiku
tapi ku beranikan untuk melakukanya
dan aku siap menerima segala konskwensinya
mungkin memang alay,tapi ya beginilah aku
pastinya kau tahu bagaimana aku walaupun cuma sedikit
dan maafkan aku jika aku tak pernah mengerti
tak mengerti siapa kamu
bagaimanakah dirimu...
trima kasih atas kesadarn yang telah engkau berikan
kau telah membri warna kehidupan ku
tidak hanya merah, putih, atau biru
bahkan coklat, hitam, ataupun kelabu,
ya, memang semua salahku
ku tak bisa menata hati
ku tak bisa mengarti
kala itu yang ada ada hanya rasa yang terslimuti
aku berfikir setalah hari itu semua akan baik baik saja
aku berfikir bahwa kau dan aku bisa melaluinya dengan biasa
tapi, entah semua tak seperti apa yang aku fikirkan
tak semudah yang ku bayangkan
bila saja,
bila saja aku mampu, tuk memendam perasaan ini lebih lama
lebih jauh, dan lebih dalam,
pasti tidak seperti ini jadinya
tapi apa daya, aku juga seorng manusia,
dan sekarang aku harus rela rasa itu pergi
lebih jauh dan lebih dalam hingga ku tak bisa menggapainya
maafkan atas semua kesalahan ku, trimakasih atas kenangan yang kau berikan
maafkanlah pula jika hal ini tak berkenaan untukmu
berhati-hatilah dalam berkawan, karena aku tak ingin kau merasakan apa yang kurasakan
selalu berdoa dalam segala hal,
aku kan selalu mengingat mu..
Aisya Alma Asmiranti Kartika
purworejo, 3 januari 2016